Wednesday, 6 November 2013
PENGERTIAN LITOSFER
Lapisan kulit bumi sering disebut litosfer,
litosfer berasal dari kata litos = batu, dan sfeer = sphaira = bulatan.
Litosfer merupakan lapisan batuan atau kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi
yang bulat dengan ketebalan kutang lebih 1.200 km.
Tebal
kulit bumi tidak merata. Kulit bumi di bagian bumi atau daratan lebih tebal
dari pada di bawah samudera. Bumi tersusun atas beberapa lapisan:
a. Barisfer,
yaitu lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (
niccolum = nikel dan ferrum = besi). Jari-jari kurang lebih 3.470 km
dan batas luarnya ada kurang lebih 2.900 km di bawa h permukaan bumi.
b. Lapisan
Pengantara, yaitum lapisan yang terdapat di atas lapisan nife setebal 1.700 km.
Berat jenisnya rata-rata 5 gr cm3. Lapisan pengantara, disebut juga
asthenosfer (mantle), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpilar.
c. Litosfer,
yaitu lapisan yang terletak di atas lapisan pengantara, dengan ketebalan 1.200
km. Berat jenisnya rata-rata 2,8 gr / cm3. Litosfer (kulit bumi) terdiri atas
dua bagian :
1)
Lapisan Sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium
dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Dalam lapisan
ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenis-jenis batuan
metamorf, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial disebut
juga lapisan kerak bersifat padat dan kaku berketebalan rata rata kurang lebih
35 km.
2) Lapisan
Sima, yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam-logam silisium dan
magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat
jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan
magnesium, yaitu mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima
merupakan bahan yang sifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 5 km.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment